BERIKAN YANG TERBAIK UTK KELUARGAMU, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA. TETAPLAH UTK SELALU BERETIKA DENGAN TUHAN, LINGKUNGAN DAN SESAMA MAKHLUK.
Senin, 04 Juni 2018
Selasa, 27 Maret 2018
Selasa, 25 Juni 2013
MATERI KULIAH NILAI & ETIKA LINGKUNGAN
ETIKA LINGKUNGAN
By SER, dkk
Di manapun
di bumi, kita manusia hidup, berusaha dan tinggal pada suatu ruang wilayah.
Pada ruang wilayah itu kita berinteraksi
dengan tanah, air, tumbuhan, hewan dan bahakan sesama manusia. Kita bangun rumah, tempat berusaha, kebun,
pasar, jalan, jembatan, sekolah, pabrik dan sebagainya di ruang wilayah. Tempat
kita hidup ini diistilahkan dengan lingkungan hidup. Singkatnya, lingkungan
hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia termasuk makhluk hidup dan
manusia lainnya yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling
mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya.
Ruang wilayah yang merupakan lingkungan hidup manusia sesungguhnya merupakan bagian dari sistem ekologi atau ekosistem. Setiap ekosistem terdiri dari dua komponen yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan hidup meliputi seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni binatang, manusia dengan segal prilakunya, tumbuhan, mikrobia dan benda hidup lainnya. Komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebagainya.
Ruang wilayah sebagai ekosistem alami
Lingkungan hidup
didefinisikan ecara mendalam dan komprehensif dalam UU No 32 tahun 2009 sebagai
kesatuan ruang dengan semua benda, daya , keadaan, dan makhluk hidup termasuk
manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan,
dan kesejahteran manusia serta makhluk hidup lainnya.
Lingkungan hidup alami yang tidak
terganggu
Dalam keadaan alami,
ruang wilayah dengan segala komponen-komponennya itu ada dalam keadaan harmoni,
seimbang dan sejahtera. Lingkungan hidup selanjutnya menjagi terganggu hingga
mengalami kerusakan sebagai akibat dari faktor alami ataupun karena faktor
campur tangan manusia melalui dampak negatif kegiatan-kegiatan manusia.
Pemanfaatan ruang wilayah oleh manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan
manusia seperti papan, pangan, sandang,
pendidikan dan sebagainya telah
menyebabkan kerusakan di darat dan di laut. Lebih ironis lagi, manusia mulai
melupakan pentingnya melakukan menata
lingkungan secara konsisten dan konsekuen apalagi merawat lingkungan hidup, akibatnya
terjadilah kerusakan ekosistem di mana-mana serta menyebabkan terjadinya kehidupan
yang tidak maksimal pada lingkungan tersebut.
Disadari atau tidak,
bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan
lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor,
tsunami, angin puting beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi.
Selain berbahaya bagi keselamatan manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini
akan membuat lingkungan hidup semakin rusak. Manusia sebagai makhluk berakal
dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk lain akan terus
berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan
adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat
berkembang termasuk kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Bencana alam sebagai faktor penyebab
kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan yang
dipelopori manusia bisa dimulai dari adanya penebangan secara liar di ruang
wilayah hutan lindung yang menyebabkan banjir ataupun tanah longsor. Kerusakan juga dapat terjadi pada pembangunan
perumahan, sekolah pasar, sekolah, kawasan industri di ruang wilayah rawa-rawa
dengan metode penimbunan dari bahan yang diambil tanpa melakukan konpensasi
ruang yang digali sebagai tempat air. Selain itu, kerusakan lingkungan juga
terjadi akibat pembuangan sampah di sembarang tempat terlebih aliran sungai dan
laut akan membuat pencemaran tanah, air dan udara.
Pencemaran Tanah dan Air
Gangguan
dan kerusakan lingkungan di manapun akan
mempengaruhi kualitas udara, tanah, dan air sebagai bagian dari kesejahteraan
hidup manusia. Manusia akan menjadi terganggu kesejahteraannya karena udara
yang tercemar, tanah yang tercemar, tanah yang kualitasnya menurun akibat
terjadinya erosi tanah, air yang menurun kualitasnya. Manusia yang hidup di
lingkungan yang terganggu udara, tanah dan airnya akan terganggu kesehatannya
sehingga meningkat prevalensi penyakit-penyakit ISPA, malaria, disentri, diare,
TBC, kaki gajah, kanker, dan penyakit-penyakit yang menjangkit manusia akibat menurunnya kualitas
lingkungan mereka.
Penyakit Yang Terjadi Karena Faktor Lingkungan
Upaya untuk memicigasi
kerusakan lingkungan jauh lebih sulit dibandingkan dengan upaya pencegahan
(preventive measures) jika disadari oleh semua pihak sebagai pemangku
kepentingan terhadap lingkungan hidup yang sehat dan lestari. Kerusakan
lingkungan bisa diminimalkan manakala para pemangku kepentingan (stakeholders)
mempunyai kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan. Kesadaran itu dapat
terbentuk melalui pendidikan (edukasi). Pendidikan lingkungan hidup idealnya
dimulai dari usia dini. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak hingga
orang dewasa memahami nilai-nilai apa yang harus mereka fahami tentang
lingkungan hidup. Nilai-nilai di sini dapat berupa moralitas, cinta dan kasih
sayang terhadap lingkungan. Nilai-nilai dapat ditimbulkan pada manusia dengan
jalan mengenalkan nilai-nilai yang ada pada lingkungan itu sendiri.
Ekosistem itu mesti
dikenalkan nilai-nilai atau manfaatnya. Apa saja manfaat ekonomi, manfaat
sosial, manfaat ekologis, manfaat keberadaan, manfaat pilihan dan sebagainya.
Kepada anak-anak usia sekolah hingga perguruan tinggi mereka mesti diberi
pendidikan tentang bagaimana merekayasa lingkungan yang bijak atau ramah
lingkungan. Sebagai misal bagaimana membangun bangunan yang nyaman dan asri
tetapi tidak boros energi, menampung air hujan yang jatuh di atap dan halaman,
memanfaatkan sampah untuk kompos dan sebagainya.
Rumah yang memanen hujan sebagai
penerapan etika lingkungan
Sisi lain dari
pendidikan lingkungan bagi semua pemangku kepentingan terhadap lingkungan yang
sehat dan lestari adalah perlunya pemahaman dan penghayatan terhadap etika
lingkungan. Manusia perlu memahami sejumlah jenis etika yang baik dan tidak
baik terhadap lingkungan. Ada sejumlah mazhab etika lingkungan yang mesti
difahami sehingga tidak salah dalam beretika. Buku ini mencoba memaparkan
secara runut tentang pembangunan dan dampak negatifnya, pembangunan mesti
memperhatikan nilai-nilai lingkungan, pembangunan mesti memperhatikan etika
lingkungan, apa saja nilai-nilai
lingkungan, apa saja mazhab-mazhab etika lingkungan yang ada sejak dulu
sampai sekarang dan bagaimana kita mengelola lingkungan itu dengan pendekatan
etika lingkungan.
Sabtu, 22 Juni 2013
EFFECTIVE MICROORGANISME 4( EM4)
PENGERTIAN
Em 4 merupakan suatu cairan berwarna
kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang didalamnya berisi campuran
beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses
penyerapan/persediaan unsur hara dalam tanah. Mikroorganisme atau kuman yang
berwatak “baik “itu terdiri dari bakteri fotosintetik,bakteri asam
laktat,ragi,aktinomydetes,dan jamur peragian.
Microorganisme menguntungkan
tersebut (EM 4) telah lama ditemukan, diteliti dan diseleksi terus menerus oleh
seorang ahli pertanian bernama Profesor Teruo Higa dari universitas
Ryukyu Jepang. Dengan demikian, EM4 bukan merupakan bahan kimia yang
berbahaya seperti pestisida, obat serangga atau pupuk kimia lainnya.
EM merupakan campuran dari
mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies
dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH
3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam
tanah memberikan multiple effect yang secara dramatis meningkatkan mikro
flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida, alkohol dapat
diserap langsung oleh akar tanaman. Kandungan EM terdiri dari bakteri
fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan jamur
fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan
asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya
dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi
untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik,
lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat
yang dihasilkan. Actinomicetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino
yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat antibiotik,
menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk
mikroorganisme effektif bakteri asam laktat actinomicetes. Cendawan fermentasi
mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti
mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan
menghilangkan pakan.
FUNGSI
Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri
pelarut, meningkatkan kandungan humus tanah lactobonillus sehingga mampu
memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun
mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat
kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat
nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfungsi antioksidan, menekan
bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan
cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian,
meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi
molaritas Benur.
JENIS-JENIS EM
1. EM1 yang
berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomicetes.
Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah.
2. EM2 terdiri
dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.Berbentuk kultur
dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan
patogen.
3. EM3 terdiri
dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi
membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik
sehingga secara langsung dapat diserap tanaman.
4.
EM4 terdiri
dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa
menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan
enzim.
5.
EM5 berupa
pestisida organik.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN?
Manfaat :
Memperbaiki sifat
fisik, kimia dan biologi tanah.
Meningkatkan produksi
tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
Memfermentasi dan
mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat (Bokashi).
Menyediakan unsur hara
yang dibutuhkan tanaman.
Meningkatkan keragaman
mikroba yang menguntungkan di dalam tanah.
Tanaman :
Padi, Palawija,
Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.
Dosis dan Perlakuan :
Sebagai pupuk dasar,
gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk penyemprotan gunakan EM-4
sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu minggu sekali,
disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APA SAJA APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN?
Manfaat :
- Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
- Mengurangi stres pada ternak
- Menyehatkan ternak
- Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
- Meningkatkan nafsu makan ternak
- Menekan penyakit pada ternak
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak
Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum
setiap hari. Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke
dalam pakan ternak. Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan
EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam
tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk
menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1
liter air.
APA SAJA APLIKASI EM-4
DI BIDANG PERIKANAN?
Manfaat :
Manfaat :
- Memperbaiki mutu air tambak.
- Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.
- Menekan serangan mikroorganisme patogen.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
- Menekan hama dan penyakit
Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha,
selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2
minggu. Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.
Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada
kondisi air tambak.
CARA PEMBIAKAN BAKTERI EM-4
Bagi kita-kita mahasiswa yang ingin menghemat biaya untuk pembelian
EM4, anda bisa mengembangbiakan bakteri tersebut sendiri di rumah, sehingga
bila kebutuhan akan pupuk organik cukup banyak dikarenakan luas lahan yang
besar maka akan segera terpenuhi tanpa biaya tambahan.
Sebenarnya cara
pengembangbiakan bakteri ini cukup banyak antara lain :
Sebelum ke tahap lebih
lanjut silahkan kita sediakan bahan untuk prakteknya diantaranya :
1 liter bakteri yang
akan diperbanyak
Siapkan sedikitnya 3
kg bekatul (jangan sampai kurang)
Siapkan ¼ kg gula
merah bila tidak ada bisa pakai gula pasir atau tetes tebu, salah satu aja
Siapkan ¼ kg terasi
Siapkan 5 liter air
Setelah semua bahan diatas tersedia, kini kita harus menyiapkan bahan untuk
media pembiakan, diantaranya :
Ember plastik
Pengaduk atau centong
Panci untuk pemasak
air
Botol plastik atau
kaca penyimpan
Siapkan Saringan dari
kain atau kawat kasa
Bila bahan sudah semua
terkumpul kini waktunya kita membuat adonan, kita bisa memulai dengan poin-
poin sebagai berikut :
Air yang 5 liter tadi
dimasak sampai benar-benar mendidih.
Setelah air mendidih kita bisa memasukkan terasi, bekatul dan gula, untuk yang memakai gula merah harus dihancurkan dulu sampai halus, lalu aduk adonan hingga rata.
Setelah adonan benar-benar rata lalu dinginkan sampai benar-benar dingin, bila tidak benar-benar dingin, adonan justru akan membunuh biang bakteri yang akan kita biakkan.
Bila sudah benar-benar dingin Mulai masukkan bakteri dan aduk adonan sampai benar-benar rata. Lalu ditutup rapat selama 2 hari dua malam.
Setelah air mendidih kita bisa memasukkan terasi, bekatul dan gula, untuk yang memakai gula merah harus dihancurkan dulu sampai halus, lalu aduk adonan hingga rata.
Setelah adonan benar-benar rata lalu dinginkan sampai benar-benar dingin, bila tidak benar-benar dingin, adonan justru akan membunuh biang bakteri yang akan kita biakkan.
Bila sudah benar-benar dingin Mulai masukkan bakteri dan aduk adonan sampai benar-benar rata. Lalu ditutup rapat selama 2 hari dua malam.
Mulai hari ketiga tutup agak dilonggarkan dan diaduk rutin setiap hari sekitar 10 menit.
Bila sudah jadi yaitu sekitar 3-4 hari bakteri hasil pengembangan ini sudah bisa diambil dengan disaring memakai saringan, kemudian disimpan dalam botol yang sudah kita sediakan tadi, usahakan jangan ditutup terlalu rapat, atau biarkan saja botol terbuka, ini dimaksudkan agar bakteri tetap mendapatkan oksigen yang baik.
Tahap terakhir, botol bakteri tersebut siap untuk digunakan untuk membuat
kompos atau pupuk cair maupun pupuk hijau.Ampas hasil saringan jangan dibuang karena dapat kita gunakan lagi untuk
membiakkan tahap selanjutnya, kita tinggal menyiapkan air kurang lebih 1 liter
lalu menambahkan air matang dingin dan gula.
APA SAJA KEGUNAAN LAIN
EM4?
Selain untuk pembuatan bokashi, EM4 dapat juga digunakan sebagai pestisida organic seperti EM5, super EM5, EMRAS dan pestisida alami dari ekstrak tanaman. EM5 digunakan sebagai pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit tahap awal. Sedangkan Super EM5 digunakan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada tahap kronis.
Selain untuk pembuatan bokashi, EM4 dapat juga digunakan sebagai pestisida organic seperti EM5, super EM5, EMRAS dan pestisida alami dari ekstrak tanaman. EM5 digunakan sebagai pestisida untuk penanggulangan hama dan penyakit tahap awal. Sedangkan Super EM5 digunakan untuk menanggulangi hama dan penyakit pada tahap kronis.
EM5 DAN SUPER EM5
Bahan yang digunakan :
Molases/gula, cuka
makan/cuka aren 5%, alcohol 40% masing-masing sebanyak 100 ml. EM4 100 ml dan
air sebanyak 1 liter. (Khusus untuk pembuatan super EM5 tidak digunakan air).
Cara pembuatan :
Semua bahan dimasukkan
ke dalam botol/jerigen. Selama 15 hari selanjutnya wadah dikocok pada pagi dan
sore harinya. Unttuk membebaskan gas yang terbentuk selama proses fermentasi,
tutup botol dibuka sebentar. Kegiatan pengocokan dihentikan pada hari ke 15
setelah tidak ada lagi gas yang terbentuk. Selanjutnya dibiarkan selama tujuh
hari. Selanjutnya EM5 dapat digunakan.
Dosis pemakaian :
EM5: 10-50 ml (2-10
sdm)/l air + 10-50 ml molasses.
Super EM5: 5 ml (1
sdm)/l air + 5 ml molasses.
Waktu pengaplikasian :
Waktu pengaplikasian
EM5 dan super EM5 sebaiknya dilakukan pada sore hari. EM5 dan super EM5
digunakan paling lama tiga bulan.
EMRAS (EM4 dengan air beras)
Bahan yang digunakan :
Bahan yang digunakan
terdiri dari air beras sebanyak 1 l, molasses\gula sebanyak 10 ml dan EM4
sebanyak 10 ml (2 sdm).
Cara pembuatan dan aplikasi :
Bahan-bahan tersebut
di atas dicampurkan semuanya dan selanjutnya dibiarkan selama dua hari. Setelah
itu EMRAS dapat diaplikasikan. Namun EMRAS harus sudah habis diaplikasikan pada
hari ketiga (satu hari setelah proses pembuatan selesai). Selain sebagai
pestisida, EMRAS dapat juga digunakan sebagai pupuk.
Dosis pemakaian :
Dosis yang digunakan
adalah 5 ml/l air.
PESTISIDA ALAMI DARI EKSTRAK TANAMAN
Bahan yang digunakan :
Daun
legum/kacang-kacangan (kacang babi), terutama yang masih muda.
EM4 sebanyak 20 ml/l air.
EM4 sebanyak 20 ml/l air.
Cara pembuatan :
Daun-daunan dicincang
dan selanjutnya diberi larutan EM4. Bahan selanjutnya direndam selama 3-5 hari.
Selama direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam. Setelah lima hari larutan
dapat digunakan sebagai pestisida.
Bahan – Bahan :
- 1 kg gula pasir
- 1/4 kg terasi
- 1 1/2 kg dedak
- 15 butir ragi tape
- 5 ltr air biasa
Cara Pembuatan :
1. Air direbus sampai mendidih
2. Setelah air mendidih, masukkan 1/4 kg terasi, kemudian 1 1/2 kg dedak, dan 1 kg gula pasir.
Kemudian aduk sampai rata.
Kemudian aduk sampai rata.
3. Sambil menunggu larutan tersebut dingin selama kurang lebih 3 - 4 jam, haluskan 15 butir ragi tape.
4. Kemudian masukkan ragi tape yang sudah
di tumbuk halus tersebut ke dalam larutan.
5. Kemudian masukkan larutan tersebut ke dalam ember tertutup rapat dan simpan di tempat lembab selama
15 hari.
15 hari.
6. Setelah 15 hari, ember tersebut dibuka, kemudian saringlah larutan tersebut.
7. Siapkan botol dan label EM4 untuk larutan tersebut.
Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan
hingga 6 bulan. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai
pupuk kompos.
MURAH dan EFISIEN : bahannya mudah untuk didapatkan. Semoga bermanfaat untuk lingkungan di sekotar kita. Sudah saatnya untuk kembali berbuat kebaikan untuk lingkungan yang ada di sekitar kita.. Terimakasih untuk Prof.Supli Rahim untuk ilmu EM4 yang sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya warga Palembang.
Referensi : http://suplirahim1960.blogspot.com/2013/05/membuat-em4-plus-labelnya.html
Jumat, 31 Mei 2013
Rabu, 03 April 2013
JAWABAN SOAL ETIKA & NILAI LINGKUNGAN
Let's See My Answer !!
- Jawaban :Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekosistem? Rincikan ekosistem apa saja yang ada di bumi ini dan sekitar Anda, lengkapi dengan gambar!Ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tak hidup di suatu tempat yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Keteraturan itu terjadi oleh adanya asrus materi dan energi yang terkendalikan oleh arus informasi antara komponen dalam ekosistem itu. Masing-masing komponen itu mempunyai fungsi atau relung. Selama masing-masing komponen itu melakukan fungsinya dan bekerja sama dengan baik, keteraturan ekosistem itu pun terjaga. Keteraturan ekosistem menunjukkan, ekosistem tersebut ada dalam suatu keseimbangan tertentu. Keseimbangan itu tidaklah bersifat statis, melainkan dinamis. Artinya, ia selalu berubah-ubah dan perubahan itu bisa terjadi secara alamiah ataupun karena perbuatan manusia. Secara sederhana, ekosistem bisa diartikan sebagai tempat tinggal makhluk hidup.Ekosistem berhubungan erat dengan populasi, serta spesies yang saling berhubungan didalamnya. Ekosistem merupakan seubuah sistem ekologi yang terbentuk sebagai akibat dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup (biotik) dengan makhluk tidak hidup (abiotik).Istilah ekosistem pertama kali diusulkan oleh seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris bernama A. G. Tansley pada tahun 1935. Beberapa penulis lain telah menggunakan istilah berbeda, tetapi maksudnya sama dengan ekosistem, misalnya :
- Tahun 1877 seorang ahli ekologi bangsa Jerman bernama Karl Mobius telah menulis tentang komunitas organisme dalam batu karang, dan menggunakan istilah yang mempunyai makna yang sama dengan ekosistem yaitu biocoenosis (biokoenosis).
- Tahun 1887 seorang ahli ekologi berkebangsaan Amerika bernama S. A. Forbes telah menulis karangan kuno tentang danau, dan menggunakan istilah yang mempunyai makna sama dengan ekosistem, yaitu microcosm (mikrokosm).
- Tahun 1930, Friederichs menggunakan istilah holocoen (holokoen).
- Tahun 1939, Thienemann menggunakan istilah biosystem (biosistem).
- Tahun 1944, Vernadsky menggunakan istilah bioenert/ body.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi ekosistem :- Menurut Hartono, ekosistem adalah hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya dimana manusia merupakan bagian integral dari ekosistem tempat hidupnya.
- Menurut Tim Matrix Media Literata, ekosistem adalah hubungan antara seluruh makhluk hidup dengan benda tak hidup di sutu daerah tertentu.
- Menurut Gunawan Susilowarno, ekosistem adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem adalah suatu bentuk komunitas dalam suatu areal tertentu, dapat berupa daratan maupun air.
- Menurut UU NO. 23 TAHUN 1997, ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam bentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
- Menurut Aip Saripudin, ekosistem adalah tempat terjadinya hubungan timbal balik antara komunitas dengan lingkungannya.
- Menurut Mokhamad Isma’il, ekosistem adalah pola hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungan keberadaanya.
- Menurut Sri Haryati, dkk, ekosistem adalah kesatuan lingkungan hidup yang tercipta karena adanya interaksi antara unsur biotik dan unsur abiotiknya.
- Menurut Yuliand Setyaningtyas, ekosistem adalah tempat berlangsungnya hubungan ketergantungan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain dalam sautu tempat.
- Menurut Yohanes Surya, ekosistem adalah tempat di mana makhluk hidup bersimbiosis dengan lingkungannya.
- Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH), ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh meneluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Unsur-Unsur lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.
- Ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
- Ekosistem, yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (abiotik dan biotik) dan di antara keduanya saling mempengaruhi.
- Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.
- Apa yang dimaksud dengan nilai lingkungan? Lengkapi dengan bagaimana mengkuantifikasi nilai lingkungan?
Jawaban :Nilai dalam bahasa Inggris adalah value. Nilai masuk dalam bidang kajian filsafat, yaitu filsafat nilai. Istilah nilai dalam bidang filsafat dipakai untuk menunjukan kata benda yang abstrak, yang artinya worlh (keberhargaan) atau goodness (kebaikan).
Nilai sendiri memiliki banyak arti bagi beberapa tokoh. Diantaranya adalah sebagaimana uraian berikut ini:- Menurut Ralp Perry: “Value as any object of any interest”. Maknanya adalah bahwa nilai sebagai suatu objek dari suatu minat individu.
- John Dewey menyatakan: “…..value is any object of social interest”. Maknanya adalah bahwa sesuatu bernilai apabila disukai dan dibenarkan oleh sekelompok manusia (sosial). Dalam hal ini Dewey mengutamakan kesepakatan sosial (masyarakat, antar manusia, termasuk negara).
- Kupperman mendefinisikan nilai adalah patokan normatif yang memperngaruhi manusia dalam menentukan pilihannya di antara cara-cara tindakan alternatif.
- Gordon Allport mendefinisikan nilai adalah keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya.
- Mulyana mengatakan bahwa nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan.
- Menurut Purwodarminto, nilai dapat diartikan dalam 5 hal. Lima hal itu adalah: harga dalam taksiran, harga sesuatu, angka kepandaian, kadar/mutu dan sifat-sifat yang penting.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa nilai adalah sesuatu yang penting, baik dan berharga. Dalam nilai terkandung sesuatu yang ideal, harapan yang dicita-citakan untuk kebajikan. Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan menghubungkan sesuatu dengan yang lain dan kemudian mengambil keputusan. Sesuatu dianggap punya nilai jika sesuatu itu dianggap penting, baik dan berharga bagi kehidupan umat manusia. Baik ditinjau dari segi religius, politik, hukum, moral, etika, estetika, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya.Adapun lingkungan adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.Nilai lingkungan artinya ada kandungan yang terdapat dalam lingkungan. Lingkungan yang mempunyai nilai positif, berharga dan dipentingkan dengan sebaik-baiknya, dimana artinya yang berkarakter dan mendukung terciptanya perwujudan nilai-nilai lingkungan dalam menunjang kehidupan, sepeti karakter cinta pada Sang Maha Pencipta dan segenap ciptaan-Nya. Begitupun sebaliknya. Jadi nilai lingkungan yang berharga tersebut sangatlah penting bagi perkembangan semua makhluk untuk bertahan hidup dan untuk beribadah pada Sang Pencipta.Artinya juga nilai lingkungan harus mencakup kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran dan amanah, diplomatis, hormat dan santun, dermawan, suka tolong-menolong, gotong royong dan kerjasama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.Kemudian bagaimana cara kita mengkuantifikasi nilai lingkungan?Kuantifikasi adalah keterangan yang berhubungan dengan kuantitas atau jumlah. Misalnya setiap, beberapa, semua. Jadi salah satu cara mengkuantifikasi nilai lingkungan adalah dengan meyakini bahwa semua cara kita memelihara nilai lingkungan akan berguna bagi kelangsungan hidup yang lebih baik dimasa mendatang. Setiap kebaikan yang kita lakukan untuk lingkungan akan sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dimasa depan, sekecil apapun itu, misalnya dengan membiasakan diri dan keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya. Dan syukurnya ini sudah aku lakukan sejak dini pada anak-anakku. Mereka bahkan akan berseru geram bila ada seseorang yang melempar kantung makanan lewat kaca mobil seenaknya."Berikan contoh beretika yang baik buat anak cucu kita, baik itu beretika terhadap Tuhan, lingkungan, dan sesama makhluk !!!" - Jelaskan jenis-jenis etika lingkungan yang Anda ketahui. Jelaskan bagaimana strategi penerapan etika lingkungan itu!
Jawaban :Etika Lingkungan berasal dari dua kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika berasal dari bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Ada tiga teori mengenai pengertian etika, yaitu: etika Deontologi, etika Teologi, dan etika Keutamaan. Etika Deontologi adalah suatu tindakan di nilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Etika Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat suatu tindakan. Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan pengembangan karakter moral pada diri setiap orang. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Jadi, etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Etika lingkungan dibedakan menjadi dua, yaitu etika ekologi dalam dan etika ekologi dangkal. Selain itu etika lingkungan juga dibedakan lagi sebagai etika pelestarian dan etika pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia, sedangkan etika pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk kepentingan semua makhluk.- Etika Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal adalah pendekatan terhadap lingkungan yang menekankan bahwa lingkungan sebagai sarana untuk kepentingan manusia, yang bersifat antroposentris. Etika ekologi dangkal ini biasanya diterapkan pada filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu pengetahuan mekanistik yang kemudian diikuti dan dianut oleh banyak ahli lingkungan. Kebanyakan para ahli lingkungan ini memiliki pandangan bahwa alam bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Secara umum, etika ekologi dangkal ini menekankan hal-hal berikut ini :- Manusia terpisah dari alam.
- Mengutamakan hak-hak manusia atas alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
- Mengutamakan perasaan manusia sebagai pusat keprihatinannya.
- Kebijakan dan manajemen sumber daya alam untuk kepentingan manusia.
- Norma utama adalah untung rugi.
- Mengutamakan rencana jangka pendek.
- Pemecahan krisis ekologis melalui pengaturan jumlah penduduk khususnya di negara miskin.
- Menerima secara positif pertumbuhan ekonomi.
- Etika Ekologi Dalam
Etika ekologi dalam adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Etika Ekologi ini memiliki prinsip yaitu bahwa semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk hidup dan hak untuk berkembang. Premisnya adalah bahwa lingkungan moral harus melampaui spesies manusia dengan memasukkan komunitas yang lebih luas. Komunitas yang lebih luas disini maksudnya adalah komunitas yang menyertakan binatang dan tumbuhan serta alam.
Secara umum etika ekologi dalam ini menekankan hal-hal berikut :- Manusia adalah bagian dari alam.
- Menekankan hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang.
- Prihatin akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang.
- Kebijakan manajemen lingkungan bagi semua mahluk.
- Alam harus dilestarikan dan tidak dikuasai.
- Pentingnya melindungi keanekaragaman hayati.
- Menghargai dan memelihara tata alam.
- Mengutamakan tujuan jangka panjang sesuai ekosistem.
- Mengkritik sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil sambil memelihara.
- Etika Neo-Utilitarisme. Etika ini merupakan pengembangan etika utilitarisme Jeremy Bentham yang dipelopori Pete Singer yang menekankan kebaikan untuk semua sehingga kebaikan etika lingkungan ditujukan untuk seluruh mahluk.
- Etika Zoosentrisme. Etika ini menekankan perjuangan hak-hak binatang (pembebasan binatang) dengan tokoh Charles Brich. Menurut etika ini, binatang memiliki hak menikmati kesenangan karena mereka dapat merasa senang dan harus dicegah dari penderitaan dan menjadikan rasa senang/penderitaan binatang sebagai salah satu standar moral.
- Etika Biosentrisme. Etika ini menekankan kehidupan sebagai standar moral dengan salah satu tokohnya adalah Kenneth Goodpaster. Hal yang dijadikan tujuan bukanlah rasa senang atau menderita tetapi kemampuan atau kepentingan untuk hidup. Dengan menjadikan kepentingan untuk hidup sebagai standar moral, maka yang dihargai secara moral bukan hanya manusia dan hewan, melainkan seluruh makhluk hidup yang ada.
- Etika Ekosentrisme. Etika ekosentrisme menekankan keterkaitan seluruh organisme dan anorganisme dalam ekosistem. Setiap individu mamiliki keterkaitan satu sama lain secara mutual dan memandang bumi sebagai suatu pabrik terintegrasi berisi organsime yang saling membutuhkan, saling menopang dan saling memerlukan. Kematian dan kehidupan haruslah diterima secara seimbang. Hukum alam memungkinkan mahluk saling memangsa diantara semua spesies. Ini menjadi alasan mengapa manusia boleh memakan unsur-unsur yang ada di alam, seperti binatang maupun tumbuhan. Menurut salah satu tokohnya, John B. Cobb, etika ekosentrisme mengusahakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan keseluruhan dalam ekosistem.
Strategi Penerapan Etika LingkunganManusia adalah bagian dari lingkungan yang tidak bisa dipisahkan, maka diperlukan menjaga, menyanyangi, dan melestarikan lingkungan. Karena lingkungan ini diciptakan tidak hanya untuk manusia saja, tetapi seluruh komponen alam di dunia ini. Prinsip-prinsip lingkungan adalah: sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab, solidaritas, kasih saying dan kepedulian, tidak merugikan alam secara tidak perlu, hidup sederhana dan selaras dengan alam, keadilan, demokrasi, dan integritas moral.- Sikap Hormat terhadap Alam (Respect For Nature), merupakan prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya. Setiap anggota komunitas ekologis, termasuk manusia, berkewajiban menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies serta menjaga keterkaitan dan kesatuan komunitas ekologis.
- Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibility For Nature). Manusia mempunyai tanggung jawab terhadap alam semesta (isi, kesatuan, keberadaan dan kelestariannya).
- Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity). Prinsip solidaritas muncul dari kenyataan bahwa manusia adalah bagian yang menyatu dari alam semesta dimana manusia sebagai makhluk hidup memiliki perasaan sepenanggungan dengan alam dan dengan sesama makhluk hidup lain.
- Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam (Caring For Nature). Manusia digugah untuk mencintai, menyayangi, dan melestarikan alam semesta dan seluruh isinya, tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi yang muncul dari kenyataan bahwa sebagai sesama anggota komunitas ekologis, semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dilindungi, dipelihara, tidak disakiti, dan dirawat.
- Etika Ekologi Dangkal
- Jelaskan mengapa menggunakan blogspot ini merupakan bukti komitmen bahwa kita mendukung perwujudan kebijakan pemerintah dalam e-government di satu disisi dan mengekpresikan etika kita terhadap lingkungan. Lengkapi dengan argumen ilmiahnya.
Jawaban :
E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.E-Government perlu dilaksanakan untuk dapat mengefisiensikan peningkatan pelayanan publik karena secara tradisional biasanya interaksi antara seorang warga negara atau institusi sosial dengan badan pemerintah selalu berlangsung di kantor-kantor pemerintahan. Namun seiring dengan pemunculan teknologi informasi dan komunikasi, semakin memungkinkan untuk mendekatkan pusat-pusat layanan pemerintah kepada setiap klien. Sebagai contoh; jika ada pusat layanan yang tak terlayani oleh badan pemerintah, maka ada kios-kios yang didekatkan kepada para klien atau dengan penggunaan komputer di rumah atau di kantor-kantor. E-gov memberikan peluang baru untuk meningkatkan kualitas pemerintahan, dengan cara ditingkatkannya efisiensi, layanan-layanan baru, peningkatan partisipasi warga dan adanya suatu peningkatan terhadap global information infrastruktur. Melalui e-Government, pelayanan pemerintah akan berlangsung secara transparan, dapat dilacak prosesnya, sehingga dapat dianggap akuntabel. Unsur penyimpangan dapat dihindarkan dan pelayanan dapat diberikan secara efektif dan efisien. Contohnya koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui email atau bahkan video conferencing. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam, contoh nya pada departemen kesehatan ini adalah ketika sebuah komunitas ingin mendirikan sekolah kesehatan mereka bisa melihat prosedure pada website ini dengan aturan yang sudah di tuliskan pada website. Penggunaan e-Government juga sejalan dengan kebijakan otonomi daerah, dengan harapan agar penyampaian layanan pemerintah kepada masyarakat dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif. Efisiensi dan efektifitas di sini dapat diperoleh karena otonomi daerah lebih menekankan pada kedekatan pemerintah untuk memberikan layanan publik kepada masyarakat.efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar pemerintahan daerah, potensi dan keanekaragaman daearah, peluang dan tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan yang seluas-luasnya kepada Pemerintah Daerah disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan pemerintahan daerah sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. - Mengapa jejak ekologis itu merupakan gambaran apakah seseorang itu menyumbang terhadap kerusakan lingkungan atau tidak?
Jawaban :Setiap makhluk, manusia, binatang atau tumbuhan, merindukan kehidupan. Akan tetapi, tidak ada makhluk yang mampu memuaskan nafsu kehidupannya tanpa membatasi kualitas kehidupan makhluk yang lain. Hal ini berlaku terutama bagi manusia dengan nafsu atas kesejahteraan sosial, kenikmatan, dan keuntungan material yang tidak dapat terpenuhi. Dalam hal ini diadakan dua percobaan untuk menyeimbangkan ketidakseimbangan tersebut, yaitu kode etik lingkungan dan jejak ekologis (ecological footprint).Ecological Footprint (Jejak Ekologis) adalah alat bantu untuk dapat kita pergunakan dalam mengukur penggunaan sumber daya dan kemampuan menampung limbah dari populasi manusia dihubungkan dengan kemampuan lahan, biasanya dinyatakan dalam hektar. Jejak ekologi pada asasnya ialah kemampuan sumber tanah dan air menyediakan sumber yang diperlukan oleh manusia (makanan, minuman, tempat tinggal dan lain-lain) serta kemampuan untuk bumi untuk menyerap semua bahan buangan manusia sesudah mereka menggunakannya. Dengan kata lain sumber yang digunakan oleh manusia dibandingkan dengan kemampuan bumi untuk menghasilkan semua bahan yang sudah digunakan. Konsep ini pada awalnya dibangunkan oleh Profesor Willian Rees dari Universiti British Colombia pada tahun 1992. Sebuah pendekatan yang baru-baru ini populer dengan Ecological Footprint menjadi alat ukur yang mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Konsep "Jejak Ekologis" (Ecological Footprint) diperkenalkan pada tahun 1990-an oleh William Rees dan Mathis Wackernagel (Wackernagel and Rees, 1996).Setiap kita memainkan satu pernan dalam memastikan kesehatan masa depan dan kesejahteraan bagi semua orang, hewan, tumbuh-tumbuhan dan ekosistemdi planet ini. Kami memiliki tanggung jawab bersama dalam hal ini. Dan CI ingin membantu Anda memainkan peranan Anda.
Pilihan yang bertanggung jawab dapat membantu kita menghemat energi, melindungi habitat dan membangun masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh dunia. Dengan mendukung Conservation International, Anda telah mengambil langkah pertama. Untuk terlibat sekarang, kenali lebih banyak cara kami.Hidup hijau bukanlah soal manusia. Ia adalah juga soal tanaman, binatang, dan tempat mereka hidup. Hidup secara hijau berarti memikirkan tentang perubahan iklim dan pemakaian energi, juga memikirkan tentang keanekaragaman hayati dan makhluk hidup yang menyandarkan penghidupannya pada alam.Setiap pilihan yang kita buat, berkontribusi pada kesehatan planet ini untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk. Bahkan mengurangi sedikit konsumsi produk alami dapat membuat perbedaan antara apa yang hilang dan apa yang disimpan. Sikap hidup hijau berarti mengetahui, menjalankan, dan berbagi. Untuk membuat pilihan yang bertanggung jawab, kita harus mengetahui dampaknya. Kemudian kita dapat mulai membuat perubahan positif dalam sikap hidup kita. Seiring dengan manfaat dari keputusan kita itu, ceritatakanlah manfaat itu kepada teman dan kerabat. Sikap hidup hijau bisa menjadi pilihan sesorang, namun bisa juga menjadi tujuan suatu masyarakat. - Sudahkah anda membuat dan mengelola dengan baik? Nilai Anda juga ditentukan dengan pengelolaan blogspot anda!
Jawaban :
Terima kasih saya sampaikan kepada Prof. Supli yang telah mengenalkan saya dan juga saudara-saudari yang lain mengenai blogspot. Cita-cita saya pun tercapai. Sudah dari dulu saya bercita-cita punya blogspot seperti ini, hanya saja saya waktu itu kurang ahli dalam menggunakannya, masih bingung. Dengan belajar, saya yakin pasti bisa. Saya akuin masih banyak kekurangan saya dalam mengolah blogspot ini. Saya berharap dengan adanya blog ini, saya dapat berbagi ilmu baik publik health maupun nursing care. Saya mohon kritik dan saran dari teman-teman dan juga kepada Prof. Supli selaku dosen yang saya hormati.
TERIMA KASIH
Langganan:
Postingan (Atom)
-
EFFECTIVE MICROORGANISME 4( EM4) PENGERTIAN Em 4 merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang di...
-
Let's See My Answer !! Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekosistem? Rincikan ekosistem apa saja yang ada di bumi ini d...














